Categories
Informasi Pendidikan

Harga dan Output Persaingan Monopolistik

Harga dan Output Persaingan Monopolistik

Harga dan Output Persaingan Monopolistik
Pasar persaingan monopolistik mempunyai ciri terdapat cukup penjual dan pembeli produknya terdiferensiasi, ada syarat untuk masuk ke dalam industri. Contoh pada toko-toko kelontong, dan toko-toko obat.

 

Unsur – Unsur Persaingan Monopolistik:

  • Jumlah perusahaan produsen yang cukup banyak. Kolusi di antara mereka dengan tujuan membatasi output yang diproduksi agar memperoleh harga yang tinggi tidak dapat dilakukan.
  • Ada diferensiasi produk. Diferensiasi produk mempunyai dua arti penting yaitu perusahaan pesaing monopolistik mempunyai pengendalian secara terbatas atas harga barang yang diproduksi dan dijual. Para konsumen mempunyai preferensi akan produk yang dijual oleh produsen tertentu dan ia bersedia membeli pada harga lebih tinggi dari barang yang sama yang diproduksi oleh perusahaan lain untuk memenuhi seleranya. Kedua, diferensiasi produk menimbulkan persaingan bukan harga. Dengan diferensiasi produk maka produknya dapat ditonjolkan dengan advertensi dan promosi penjualan sebagai sisi persaingan bukan harga.
  • Ada syarat untuk masuk ke dalam industri. Perusahaan yang ada dalam industri membutuhkan anggaran relatif cukup besar untuk mengadakan advertensi guna menunjukkan diferensiasi produk dari produk-produk pesaing. Mereka memegang hak paten (hak merek). Hal ini menimbulkan halangan finansial bagi perusahaan-peprusahaan baru unutk masuk dalam industri tersebut.

 

Perusahaan persaingan monopolistik dalam penentuan harga dan output

berusaha memaksimumkan keuntungan dengan berproduksi pada tingkat output dimana MR=MC. Bentuk kurva permintaan pada pasar persaingan monopolistik berlereng menurun tetapi tidak begitu curam. Gambar dibawah ini menunjukkan bahwa perusahaan berproduksi pada output Qx dan menjual dengna harga Px. Keuntungan maksimum total sebesar Px.C dikalikan dengan kuantitas output sebanyak Qx atau luas bidang PxCAB.
Gambar diatas menunjukkan perusahaan meminimumkan kerugian dengan memproduksi pada tingkat output dimana MR=MC yaitu sebesar Qx dan dijual dengan harga Px. Kerugian total adalah PxC dikalikan dengan Qx atau luas bidang PxCDE. Perusahaan dapat terus berusaha atau menghentikan produksi dan keluar dari industri tergantung pada posisi kurva biaya variabel rata-rata (AVC) dan bukan pada posisi kurva biaya rata-rata (AC).

Bila kerugian lebih kecil dari biaya total maka perusahaan dalam jangka pendek terus berproduksi karena kerugian lebih kecil dari pada ia menghentikan produksi. Bila ia menghentikan produksi maka kerugiannya sebesar biaya tetap yaitu PxCv, tetapi bila ia tetap berproduksi maka kerugian lebih kecil yaitu sebesar PxC yaitu selisih antara biaya rata-rata dengan harga produk.

Gambar dibawah menunjukkan keseimbangan jangka panjang perusahaan pesaing monopolistik yang tidak memperoleh keuntungan ekonomis tetapi hanya memperoleh keuntungan normal. Disini harga sama dengan biaya total rata-rata, kuantitas yang diproduksi QX dimana MR=MC, dan kurva AC menyinggung kurva permintaan. Dalam jangka panjang perusahaan baru kemungkinan dapat masuk atau perusahaan lama keluar dari industri.

 

Efek ekonomi dan persaingan bukan harga pada perusahaan pesaing monopolistik

  1. Alokasi input tidak optimal. Perusahaan pesaing monopolistik memproduksi output lebih kecil dari tingkat output paling efisien yang memebrikan biaya rata-rata terendah dan harganya lebih tinggi dari harga pada pasar industri persaingan murni.
  2. Diferensiasi produk dan advertensi. Perusahaan pesaing monopolistik mengadakan diferensiasi produk dan rintangan financial menyebabkan mereka berusaha memperbaiki posisinya dalam jangka panjang agar dapat memeproleh keuntungan ekonomis. Hal ini dilakukan dengan mengadakan pengembangan dan diferensiasi produk serta mengadakan advertensi dan promosi penjualan. Diferensiasi produk dilakukan dengan berbagai tipe, gaya, merek, atau kualitas produk tertentu, yang memberikan manfaat kepada konsumen. Diferensiasi produk merupakan usaha mengubah dan mencocokkan produk dengan permintaan dan selera konsumen. Sedangkan advertensi dan promosi penjualan mencoba membujuk para konsumen mencocokkan permintaan dengan produk yang ditawarkan oleh penjual. Advertensi dapat bersifat informatif atau bersifat kompetitif. Bagi masyarakat keseluruhan terdapat beberapa kebaikan dan keburukan advertensi.

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :